Tata Kelola Perusahaan

PT IndoSterling Aset Manajemen menyadari arti pentingnya implementasi Good Corporate Governance (GCG) dalam Tata Kelola Perusahaan sebagai suatu keharusan untuk meningkatkan nilai dan pertumbuhan bisnis jangka panjang secara berkesinambungan tidak hanya bagi Pemegang Saham (Shareholders) namun juga segenap pemangku kepentingan (Stakeholders) lainnya.Tanggung jawab pengelolaan Perusahaan terletak pada Dewan Direksi di bawah pengawasan Dewan Komisaris yang masing-masing diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

Dewan Komisaris

Dewan Komisaris terdiri dari seorang Komisaris Utama dan dua orang Komisaris, termasuk seorang Komisaris Independen. Anggota Dewan Komisaris diangkat oleh Pemegang Saham pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan atas pengurusan Perseroan oleh Dewan Direksi dalam menjalankan Perseroan, memberikan nasihat kepada Dewan Direksi dan melakukan pekerjaan lain dari waktu ke waktu yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Perseroan. Dewan Komisaris mengadakan rapat setiap waktu bilamana dianggap perlu. Panggilan rapat dikirimkan kepada setiap anggota dengan mencantumkan waktu, tempat dan acara rapat. Keputusan rapat harus diambil berdasarkan musyawarah mufakat atau sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Risalah rapat dibuat sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

Dewan Direksi

Dewan Direksi paling kurang terdiri dari 2 (dua) orang anggota Direksi, dimana satu diantaranya menjadi Direktur Utama. Anggota Dewan Direksi diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dewan Direksi bertugas menjalankan dan bertanggung jawab atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perseroan. Dewan Direksi berhak mewakili Perseroan secara sah dan secara langsung, baik di dalam maupun di luar pengadilan, tentang segala hal dan dalam segala kejadian, mengikat Perseroan dengan pihak lain dan dengan Perseroan, serta menjalankan segala tindakan, baik yang mengenai kepengurusan maupun kepemilikan, akan tetapi dengan pembatasan seperti yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Perseroan. Dewan Direksi mengadakan rapat setiap waktu bilamana dianggap perlu. Keputusan rapat harus diambil berdasarkan musyawarah mufakat atau sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Risalah rapat dibuat sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

Kode Etik

Kode Etik merupakan bagian dari implementasi GCG yang merupakan dasar sikap dan tindakan etis dengan prinsip-prinsip dasar yang mengacu kepada visi, misi dan nilai-nilai perusahaan. Kode Etik tersebut berlaku di seluruh level organisasi meliputi dewan komisaris, direksi dan seluruh karyawan. Nilai-nilai Perusahaan:

  • Integritas
    Keutuhan dan ketulusan yang meliputi adil, bertanggung jawab, transparan dan jujur untuk kepentingan stakeholder.
  • Excellence
    Memberikan hasil dari kinerja investasi yang baik, yang konsisten dengan filosofi manajemen investasi yang bertanggungjawab.
  • Trust based Relationship
    Percaya pada niat baik dan kami senantiasa menjaga kepercayaan dengan menjaga hubungan kemitraan yang baik untuk semua pihak.
  • Berfokus Pada Nasabah
    Memberikan produk, layanan, nasihat yang berkualitas, dan nilai-nilai yang berkelanjutan bagi prioritas Nasabah. Melebihi harapan Nasabah.
  • Mencintai Pekerjaan dengan Profesionalisme
    Para karyawan memiliki semangat dan profesionalitas dalam berkerja yang berlandaskan pengetahuan dan kemampuan yang tinggi untuk kepentingan para nasabah kita, investor, dan pemangku kepentingan (stakeholders).

Prinsip dasar etika Manajer Investasi:

  • Bertindak dengan perilaku yang profesional dan menjunjung etika setiap saat.
  • Bertindak untuk kepentingan Nasabah.
  • Bersikap independen dan objektif.

Sekilas Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan Audit Internal

PT IndoSterling Aset Manajemen sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang Manajer Investasi menghadapi berbagai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Pengaruh dari faktor-faktor tersebut memberikan ketidakpastian tentang bagaimana dan kapan tujuan itu dapat dicapai, dan hal tersebut kami pandang sebagai risiko yang dihadapi
perusahaan. Setiap aktivitas yang dijalankan perusahaan mengandung risiko.

Oleh karena itu, PT IndoSterling Aset Manajemen berusaha mengelola risiko tersebut dengan menyusun manajemen risiko yang mengacu pada prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam ISO 31000. Pengelolaan risiko dimulai dengan cara melakukan identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko. Evaluasi risiko dilakukan dengan membagi risiko dalam beberapa kriteria dan tingkat risiko berdasarkan risk appetite dan risk tolerance perusahaan. Tahap selanjutnya adalah perencanaan penanganan risiko dan melakukan prioritas terhadap pelaksanaan penanganan risiko tersebut.

Koordinasi yang baik antar fungsi manajer investasi dan pengetahuan serta pemahaman risiko oleh para pelaksana tugas akan mampu memaksimalkan pengelolaan dan penanganan risiko yang dihadapi oleh perusahaan.

Fungsi Kepatuhan, Manajemen Risiko, dan Audit Internal

Direksi menetapkan kebijakan untuk mengatur fungsi, tugas dan cakupan pekerjaan yang dilakukan oleh Fungsi Kepatuhan, Manajemen Risiko, dan Audit Internal sesuai dengan arahan peraturan yang berlaku. Di dalamnya termasuk tugas untuk memastikan bahwa seluruh karyawan serta aktivitas perusahaan telah memenuhi dan mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku serta SOP perusahaan, memastikan bahwa produk-produk yang telah ada dan akan diadakan telah sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, membuat kajian strategi manajemen risiko dan mengevaluasi secara berkala pelaksanaan strategi manajemen risiko, dan berkoordinasi dengan Pejabat Penanggung Jawab Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan PPT) dan Divisi terkait lainnya dalam perusahaan dalam upaya pemantauan terhadap pelaksanaan penerapan APU dan PPT.